Menghasilkan uang dan memulai serta mengelola usaha dengan sejumlah uang yang kita miliki sendiri merupakan hal yang wajar. Akan tetapi menghasilkan uang, memulai, dan mengelola usaha tanpa uang merupakan hal yang luar biasa. Pernyataan tersebut bukan berarti kita tidak memakai uang dalam menjalankan usaha. Akan tetapi untuk memulai suatu usaha, tidak harus dengan memiliki uang (modal finansial) sejumlah tertentu terlebih dahulu.
Pada dasarnya uang dapat menghasilkan uang apabila kita mampu mengelolanya dengan benar. Tetapi kompetensi dan ide dengan kreativitas dan inovasi juga dapat menghasilkan uang, bahkan dengan rasio payback period lebih cepat. Ray White Properties, merupakan salah satu perusahaan ‘makelar’ rumah terbesar di Indonesia dengan omzet para pemasarnya mencapai milyaran rupiah, dengan pengelolaan informasi properti antara pemilik dan calon konsumen. Terlepas dari sisi negatif, kita dapat melihat dari sisi lain bahwa seorang Gayus Tambunan (Tersangka makelar pajak) dapat meraup sejumlah uang dengan ‘kreativitas’memanipulasi informasi nilai pajak berdasarkan undang-undang yang berlaku. Contoh diatas memperlihatkan bahwa perpaduan antara kompetensi penguasaan informasi yang dipadukan dengan kreativitas dalam pengelolaannnya dapat menghasilkan sejumlah income.
Apakah anda ingin memulai ‘usaha tanpa uang anda’ sendiri? Berikut sedikit tips dan langkah dari saya untuk anda yang berkeinginan untuk menghasilkan uang usaha tanpa uang. Mengarahkan dan membuat bakat anda menjadi suatu mesin profit bagi anda.
Pada dasarnya langkah berikut mempunyai tingkat kesulitan dan kecepatan realisasi yang bervariasi dalam pelaksanaannya, tergantung pada tingkat keterbatasan sumber daya (aset) dan pendapatan yang ingin di capai. Berikut langkah yang dapat anda jalani :
Langkah 1 : Ketahui apa yang anda inginkan
Langkah pertama adalah dengan mendefinisikan tingkat pendapatan yang ingin anda capai. Apakah anda ingin memiliki sejumlah uang sehingga anda dapat keluar dari pekerjaan rutin anda? Atau sekedar memiliki penghasilan tambahan di sela pekerjaan yang anda jalani? Tingkat pendapatan akan mempengaruhi pada waktu dan usaha yang diperlukan untuk mengelola usaha yang akan anda kelola.
Langkah 2 : Rekapitulasi daftar aset anda
Buatlah daftar aset anda, dalam hal ini saya mendefinisikan aset menjadi 3 jenis yaitu :
1. Aset berupa barang atau peralatan
Barang yang akan anda daftar bukanlah barang yang akan anda jual kembali untuk mendapatkan uang. Akan tetapii barang yang berupa peralatan yang dapat anda pakai untuk pekerjaan yang menghasikan uang. Contoh : komputer, hand phone, kamera, play station, printer. Barang apapun yang dapat dipakai dalam jenis profesi tertentu. Seperti komputer dan printer dapat dipakai untuk usaha rental dan pengetikan.
2. Aset berupa Pengetahuan, keterampilan dan informasi.
Aset pengetahuan yang anda daftar adalah aset yang dapat anda jadikan profesi atau jasa, akan lebih baik bila didukung dengan peralatan yang anda miliki. Contoh : keterampilan menjahit yang dilengkapi dengan mesin jahit (terdapat pada daftar di atas). Akan tetaapi aanda juga dapat mencantumkan keahlian anda meskipun anda tidak mempunyai alat pendukungnya.
3. Aset berupa jaringan
Buatlah daftar keluarga dan teman akrab anda yang memiliki bisnis, informasi yang berhubungan dengan usaha yang akan anda rintis, dan yang memiliki aset baik berupa peralatan, keterampilan dan jaringan. Yang pada tahap berikutnya akan kita jadikan salah satu strategi altenatif dalam menjalankan bidnis anda.
Langkah 3 : Membuat daftar usaha.
Untuk membuat daftar alternatif usaha yang akan anda jalankan, hubungkanlah daftar aset diatas, sehingga menjadi suatu bentuk usaha tertentu. Dalam tahap ini, anda dapat membuat banyak alternatif usaha dengan saling memadukan aset yang sudah anda daftar. Jangan membatasi alternatif atau pilihan anda. Buatlah sebanyak mungkin, agar memudahkan anda untuk mendapatkan pilihan usaha yang paling sesuai dan cocok dengan kompetensi, keterampilan dan aset yang anda miliki
Idealnya dalam menjalankan suatu bisnis agar sukses, harus di mulai dengan perencanaan yang detail dan fokus. Akan tetapi dalam kasus ini, hal ini tidak mutlak untuk dilakukan. Sebab dengan keterbatasan aset yang kita miliki bisnis plan yang bersifat formal tidak diperlukan.
Untuk membuat bisnis plan pada kasus ini, dapat dibuat rumit atau sederhana sesuai dengan kemauan dan kemampuan anda. Akan tetapi apapun bentuk bisnis plan anda, dalam kasus ini strategi khusus harus terdefinisi dengan jelas. Mengingat keterbatasan sumberdaya yang anda miliki.
Buatlah strategi-strategi khusus yang dapat mengatasi kendala sumber daya anda. Contoh : ketika anda memilih usaha tailor, dimana anda memiliki keterbatasan anda tidak memiliki keahlian pada jenis pesanan tertentu. Maka anda harus mempersiapkan strategi, untuk mencari penjahit lain yang memiliki keahlian yang sesuai dengan pesanan dengan sistem bagi hasil. Atau bila anda memiliki usaha jual beli hand phone, anda harus menyempatkan waktu untuk meng update daftar stok dan harga HP di jaringan atau rekan anda. Agar sewaktu-waktu anda dapat menawarkan dan menerima pesanan HP dari konsumen dengan lancar.
Langkah 5 : Membuat jadwal
Anda tidak hanya membuat jadwal kegiatan anda dalam menjalani aktivitas pengelolaan usaha anda, bila anda mengerjakan usaha ini di sela pekerjaan rutin. Akan tetapi anda juga harus membuat target waktu, sampai berapa lama usaha ini anda jlankan. Dan sampai berapa lama usaha ini dapat berjalan normal tanpa kendala sumber daya. Misalnya apabila terkendala aset barang, maka targetkan sampai berapa lama usaha ini dapat menghasilkan keuntungan yang dapat dipakai untuk membeli perlengkapan usaha, sehingga usaha berjalan dengan normal dan terus berkembang.
Pada intinya, memulai suatu usaha tidak harus dengan uang. Bahkan hanya dengan menjual informasi pada orang yang membutuhkan, kita dapat menghasilkan uang. Semua bergantung pada kemauan dan kreativitas kita dalam mengelola informasi tersebut.